Terbang ke Sorong

May 29, 2025

Nulis cerita ke Sorong karena tersentil notifikasi Gallery tanggal 30 Maret lalu. Akhir Maret dua tahun yang lalu aku terbang ke Sorong.

Perginya kapan, nulisnya kapan.

Ya, begitulah.

Sama seperti saat terbang ke Sumatra Utara, ke Sorong pun karena urusan kerjaan. Berangkatnya tanggal 27 Maret 2023 dini hari. Malam hari di tanggal 26 Maret 2023 aku memutuskan nggak tidur malam karena takut bablas. Kurang lebih jam 10 malam aku makan sandwich dan terjaga sampai jam 1 malam. Lalu aku pesan taksi bandara dan meluncur. Meluncurnya ternyata nggak mulus. Karena saat itu aku masih baru jadi anak kos, aku lupa kalau gang yang masuk ke kosanku banyak yang ditutup. Jadinya driver muter-muter mencari gang menuju Roma. Aku harus menunggu sampai kurang lebih 45 menit. Sungguh di luar prediksi. Untung jalan sepi, jadi mobil bisa melaju dengan cepat dan sampai di bandara tepat waktu.

Pesawat yang aku tumpangi transit dulu di Bandara Sultan Hasanuddin Makassar sekitar jam 9 pagi. Saat menunggu pesawat tujuan Sorong, hal yang nggak diharapkan sama sekali muncul: masuk angin. Mampus. Mana nggak bawa tolak angin.

Di tengah perjalanan menuju Sorong, aku berusaha tidur. Tapi ya jelas nggak bisa tidur. Udah terlanjur masuk angin. Pesawat yang akan landing muter-muter dulu di langit Sorong. Hamba yang seumur-umur tidak pernah mabuk darat, laut, dan udara mendadak mau muntah. Menutup mata pun nggak nolong. Dalam hati hamba menjerit: PAK PILOT BURUAN PAK TOLONG BANGET INI SAYA NGGAK MAU MUNTAH DI PESAWAT!

Saat pesawat sudah mendarat di Bandara Domine Eduard Osok, badan ini udah lemes dan mau cepet-cepet sampai di hotel dan tidur. Beli freshcare dulu biar berkurang penderitaan karena masuk angin.  Sesampainya di hotel aku langsung pesan makan online dan lanjut tidur selimutan.

Di Sorong aku ditemani Kak Flo. Kak Flo orangnya baik banget. Di hari kedua di Sorong (28 Maret 2023), aku diajak keliling kota Sorong setelah selesai macul. Kak Flo mengajakku mengunjungi Wihara Buddha Jayanti. Area di sekitar wiharanya sangat asri. Banyak pohon bambu dan anginnya sejuk, bisa mengimbangi panasnya sinar matahari Sorong di siang bolong.

Begitu sampai di pelataran wihara, langsung disambut pagoda tingkat tujuh~

Naga di atas gapura yang menghadap ke teluk Sorong

Pemandangan teluk Sorong dari wihara. Letak wiharanya ada di bukit.

Yayasan Buddha Jayanti didirikan pada 18 Desember 1984. Di dinding wihara terpasang nama-nama pendirinya.

Hari ketiga di Sorong setelah selesai kerja, Kak Flo mengajakku ke Pelabuhan Sorong.

"Biar tau, kapan lagi ke Sorong," kata Kak Flo.

Pelabuhan Sorong menjadi salah satu pintu gerbang transportasi laut di Propinsi Papua Barat dan Papua yang melayani arus penumpang dan barang yang berasal dari Sorong ke Manokwari, Raja Ampat, Wondama, Serui, Nabire, Fak-Fak, Kaimana, Bintuni, Biak, Jayapura, Maluku, Sulawesi dan Jawa ataupun sebaliknya. (Pelindo)

Angin di pelabuhannya kenceng BANGET! Untung pas nggak masuk angin, jadi bisa main-main sebentar di tepi Laut Seram. Di bibir pantainya banyak sekali batu karang.

Ada ganggang(?) di antara batu karang. 

Batu-batu lain juga ada. Batu-batu yang lain ini besar-besar dan dan ada yang licin. Tentu saja hamba kepleset in slow motion karena kurang hati-hati.

Wujud batu yang besar dan licin itu.

Batu-batu lain di Pelabuhan Sorong (1)

Batu-batu lain di Pelabuhan Sorong (2)

Batu-batu lain di Pelabuhan Sorong (3)

Batu-batu lain di Pelabuhan Sorong (4)

Batu bukan sembarang batu😌

Tetaplah tersenyum meskipun fokus dunia tidak tertuju padamu😊

Tanggal 30 Maret 2023 harus kembali pulang. Di bandara aku berburu magnet kulkas yang khas Papua. Saat transit di Makassar pun aku menyempatkan mencari magnet kulkas yang menunjukkan pernah di Makassar untuk dijadikan rekam jejak pribadi hehe.

Satu lagi yang harus diceritakan dari perjalanan pulang dari Sorong. Di pesawat aku duduk di kursi dekat jendela. Otomatis bisa melihat pemandangan Papua dan sekitarnya dari atas. Lautnya cantik banget! Raja Ampat juga kelihatan dari atas. Saking menikmatinya, aku sampai lupa nggak ambil gambar atau video. Saat mau mendarat di Makassar, pesawat muter-muter dulu seperti saat akan mendarat di Sorong. Ternyata kalau nggak lagi masuk angin, durasi muter-muternya singkat :)

Pelajaran hidup 1: Jikalau mendapat jadwal penerbangan dini hari, lebih baik berangkat ke bandara malam hari H-1 dan tidur di ruang tunggu bandara daripada daripada.

Pelajaran hidup 2: Selalu bawa obat-obatan pribadi saat perjalanan agar supaya.

Sampai jumpa di pelajaran-pelajaran hidup selanjutnya dengan versi yang lebih menyenangkan~

🌷

Read More