Perkara Batu (Part 16)

March 24, 2024

RIIZE merilis dua video dengan tema olahraga. Lily yang tertarik dengan tema ini menonton dengan antusias. 

RIIZE melakukan pemanasan dengan mencoba beberapa alat fitness yang ada di sebuah gym. Setelah itu mereka menuju lapangan dan membentuk dua tim. Shotaro, Sungchan, dan Sohee berada di tim Physical RIIZE. Sedangkan Eunseok, Wonbin, dan Anton bergabung menjadi satu tim dengan nama BBBB (Best Bust Beast Boo). Ketika Sungchan bertanya arti dari Best Bust Beast Boo, Eunseok mengatakan kalau nama itu adalah gambaran motivasi dari timnya dan tidak ada arti khusus.

Iya ajalah gue, Seok.

Kedua tim berkompetisi dalam empat event olahraga. Event dibuka dengan dodgeball in pairs atau bola hindar berpasangan. Aturan permainannya, mereka bermain berpasangan dan hanya penyerang yang boleh menangkap bola. Permainan berakhir jika pemain bertahan (yang berlindung di belakang penyerang) terkena bola. Tim yang menang tiga kali dari total lima ronde menjadi pemenangnya. Pemain yang tidak menjadi pasangan di tengah lapangan, bisa menyerang dari garis luar permainan. Penyerang ditentukan dengan jump ball. Di event pembuka ini, tim Physical RIIZE menang 3:1.

Game selanjutnya adalah basket. Mereka bermain 3 on 3 dalam dua ronde yang masing-masing berlangsung  selama 10 menit. Jika skor akhir 1:1, pemenang ditentukan dengan free throw. Sebelum pertandingan dimulai, posisi menyerang dan bertahan ditentukan dengan 3:3 free throw. Tim BBBB memenangkan free throw dengan skor 2:1.

© RIIZE

"Memang ya kalo udah pegangannya tuh enteng banget nge-shootnya," Lily berbicara dengan dirinya sendiri setelah melihat Eunseok free throw dengan mulus.

Dibandingkan dengan dogdeball, Lily lebih tertarik menonton brondong-brondong RIIZE bermain basket karena dia lebih familiar dengan permainan dan aturannya. Saat dia masih di sekolah dulu, dia sering menonton kompetisi basket antar sekolah yang diadakan di sekolahnya. Saat dia melihat Eunseok mendribble, mengoper, dan merebut bola dan juga menghadapi lawan, dia langsung ingat dengan pemain-pemain basket yang dia lihat di kompetisi itu.

Di babak pertama masih santuy ya, Seok. Babak kedua langsung gas.

Jika melihat dari kacamata Lily, di babak kedua Eunseok bermain sebagai pemain yang pernah bermain di klub basket sekolah.

Eunseok bermain lebih all out, menurut gue. Timnya harus mencetak skor juga kan. Ketinggalan jauh di babak pertama.

Eunseok menjadi basketball ace di event kedua ini meskipun timnya kalah.

Sebelum lanjut ke permainan ketiga, mereka istirahat dulu dan mengisi energi. Eunseok makan energy bar.

Setelah itu, permainan ketiga dimulai. Mereka lompat tali berpasangan. Setiap tim bermain di tiga babak. Pemenang ditentukan dengan skor terbanyak. Di game ini Physical RIIZE menjadi pemenangnya dengan skor 98:93.

Permainan terakhir adalah badminton. Dua orang dari masing-masing tim berpasangan dan bermain ganda, ganti lapangan ganti pemain, tim bermain tiga set dengan skor 11 per set, duece untuk skor 10:10. BBBB kalah dengan skor 8:11 dan 9:11.

Physical RIIZE yang menjadi pemenang di semua cabang olahraga menjadi juara di event ini. Anton yang lebih ahli di bawah air mengatakan kalau dia dan timnya hanya ingin bersenang-senang. Eunseok yang menyukai permainan menambahkan kalau mereka tidak terlalu mempermasalahkan hasilnya, yang penting bagi timnya adalah bisa bersenang-senang. Wonbin yang terlihat tidak bersemangat mengatakan dia sangat lelah dan sudah menyerah sejak awal xD

Saat melihat brondong-brondong RIIZE bermain badminton, ingatan Lily kembali ke masa saat dia masih di SMA. Dia bergabung dengan klub badminton di sekolahnya. Suatu hari di sekolahnya diadakan kompetisi olahraga antar kelas. Cabang olahraga yang dipertandingkan saat itu adalah sepak bola, voli, dan badminton. Sayangnya, semua pesertanya adalah murid laki-laki. Di masa Lily sekolah, murid perempuan yang tertarik dengan olahraga hanya bisa dihitung dengan jari.

“Lily! Lu turun sini, main!” Kata teman sekelas Lily padanya. Lily saat itu duduk di tribun penonton untuk melihat pertandingan badminton.

“Ngapain? Kan pemainnya cowok semua,” Lily protes.

“Gak ada lagi wakil dari kelas kita. Semua pada turun main bola,” temannya menjelaskan. Di kelas Lily hanya ada lima murid laki-laki. Akhirnya, Lily turun dan join temannya mewakili kelasnya. Saat itu dia dan temannya menjadi satu-satunya ganda campuran di kompetisi itu. Beruntung mereka bisa bermain dengan baik dan tidak tertekan oleh lawan-lawannya. Mereka pun berhasil melaju sampai ke babak final.

Lily sangat menyukai badminton. Kemampuannya bermain badminton di usianya yang masih remaja saat itu menarik perhatian kakak kelasnya yang menjadi salah satu pemain terbaik di klub badminton di sekolahnya.

The good old days~

🌷

2 comments

  1. Saingan Ulsan BoltMarch 25, 2024 at 1:46 PM

    W sebel banget dulu pas sekolah atletik jarang dibuat perlombaan :/

    ReplyDelete
    Replies
    1. padahal kak saingan ulsan bolt bisa banget join dan unjuk gigi susu🍊

      Delete