Akhir November tahun lalu, aku dan enam kolega lain dapat tugas ke Sumatra Utara selama 2 hari 3 malam. Karena bertepatan dengan hari libur nasional, bos mengusulkan sekalian extend satu hari untuk dihabiskan di Danau Toba. Aseeeeeeek~~~
Kami macul dulu dua hari di Siantar, setelah itu meluncur ke Parapat dan menyeberang ke Pulau Samosir. Sopir yang membawa kami ke Parapat namanya Bang Sewu. Orangnya lawak dan menyenangkan. Logat Bataknya kental banget sampai-sampai kami ikut ngomong bahasa Indonesia pakai logat Batak. Bang Sewu juga ngebut banget nyetirnya. Katanya, nggak ada alon-alon asal kelakon, yang ada cepat tepat. Wkwkwk siap, Bang Sewu!
Kami sampai di Parapat dengan cepat, tepat, dan selamat. Setelah itu kami menunggu ferri yang akan membawa kami ke Pulau Samosir.
Pemandangan Danau Toba dari atas kapal cantik banget! Saat itu cuaca cerah. Langitnya biru dihiasi banyak awan putih. Air danau memantulkan bayangan langit dan bukit-bukit hijau kebiruan yang mengelilingi danau.
Setelah kurang lebih 30 menit berlayar(?), kapal yang kami tumpangi sampai di sisi lain danau. Kami naik tangga menuju ke penginapan. Anak tangganya besar-besar dan butuh tenaga ekstra saat menaikinya sambil bawa koper. Untungnya koperku dibawakan abang-abang penginapan hehehe.
Kami diantar dulu ke kafe penginapan dan diberi welcome drink. Jatah sarapan untuk hari berikutnya juga kami ambil di hari kami tiba. Selain itu, hari kami tiba di Danau Toba juga pas dengan hari ulang tahun Bu Bos. Dapat kue juga deh dari Bu Bos^^
![]() |
| Welcome drink-nya aku pilih jus semangka yang rasanya semangka banget. Segerrr! |
![]() |
| Sarapan sehat tapi lupa namanya apa. Di belakangnya ada sisa kue yang dikasih Bu Bos. |
Setelah makan dan leha-leha sebentar, kami turun lagi dan diantar ke kamar masing-masing. Aku dan seorang kolega dapat kamar tepat di bawah dapur kafe. Kamarnya nyaman banget dan ada kamar mandi dalam.
![]() |
| Mendadak pengen mendesain kamar kos seperti kamar ini. Tapi tentu hanya angan-angan semata besti~ |
![]() |
| View Danau Toba dari jendela kamar kolega di penginapan lain. |
Setelah mandi dan istirahat sebentar, aku dan dua kolega main air di tepi danau. Airnya jernih-jernih seram karena dasar danau nggak kelihatan. Seorang kolega yang kalau di air selalu terbayang makhluk dalam air yang besar tiba-tiba nyeletuk kalau dia takut ditelan saat masuk ke air wkwkwk. Aku merasa aman sih karena nggak pernah ada cerita tentang Tobbie di Danau Toba seperti Nessie di Loch Ness. Karena merasa aman tapi belum yakin bisa mengambang di air danau, aku meminta kolega tadi untuk megangi kakiku buat jaga-jaga. Bener aja, baru sekian detik aku ngambang, eh udah kelelep aja. Kok ngambang di kolam renang lebih gampang ya?
Setelah kedinginan main di tepi danau, kami naik dan beli popmie di toko seberang kafe penginapan. Habis main air memang paling nikmat nyeruput kuah panas popmie. Lalu kami bertiga turun lagi untuk mencoba banana boot atas usulan Bu Bos.
Kami berempat memakai pelampung dan di-briefing aturan main banana boot. Setelah itu langsung meluncur membelah air danau bersama abang-abang banana boot. Awalnya biasa aja. Saat berada di tengah danau dan gelombang mulai on fire, kami dilempar jatuh dari boot. Dilemparnya sih seru ya, manjat kembali ke boot itu yang nggak semudah manjat chat grup wasaf. Tapi seru banget sih main banana boot. Kami dilempar lima kali dan manjat boot empat kali. Nggak sia-sia energi yang dihasilkan dari sarapan sereal sehat dan makan siang popmie.
Setelah puas main banana boot, kami bertiga kembali ke kamar masing-masing dan mandi. Lalu kami nongki-nongki santuy di teras kafe yang menghadap ke danau. Untuk beberapa detik aku merasa sedang berada di Bali dan baru sadar kalau sedang di Danau Toba saat seorang kolega nyeletuk kalau vibenya mirip di Bali. Betul!
![]() |
| Nongkrong dari sore... |
![]() |
| ... sampai malam. |
Bu Bos mengundang kami untuk makan malam bersama. Dipesankan menu lobster Danau Toba dan ikan gurami deh kalau nggak salah. Aku yang nggak bisa makan lobster dkk langsung ijin ke Bu Bos untuk pesan makanan vegetarian. Saat makanannya datang, semua menyambut dengan "Uuuuuu~" dan "Wowwwww~" karena sudah kelaparan. Lobster Danau Toba ternyata lucu ya ukurannya kecil-kecil, tapi kasian sudah digoreng jadinya nggak aku foto :(
Hujan turun sepanjang malam. Saat hari masih gelap, kami sudah bangun dan turun menuju tepi danau sambil menenteng koper. Di sana kami menunggu perahu yang akan membawa kami kembali ke Parapat. Angin subuh ditambah gerimis yang nerecek(???), membuat udara tambah dingin. Untungnya aku pakai setelan panjang.
Setelah kurang lebih 30 menit, kami tiba di Parapat dan langsung naik mobil yang membawa kami kembali ke Siantar. Sopirnya nggak kalah ngebut dengan Bang Sewu. Sesampainya di Siantar, kami sarapan soto dulu di sebuah rumah makan. Setelah itu lanjut naik bus yang meluncur ke arah Bandara Kualanamu. Di perjalanan, aku melihat ke luar jendela. Lahan-lahan yang luas digenangi air. Deras juga ternyata hujannya.
Sesampainya di bandara, kami check in dan lanjut belanja oleh-oleh. Aku langsung berburu magnet kulkas. Aku mencari magnet Danau Toba tapi nggak ada :( Untung dapat magnet Bandara Kualanamu. Di pesawat aku buru-buru download lagu-lagu DAY6 untuk didengarkan selama penerbangan. Downloadnya bener-bener mepet dengan take off. Bisa-bisanya ide brilian baru muncul di saat-saat genting. Untung masih keburu.
Kunjungan ke Danau Toba ini jadi liburan tersat-set tapi sangat berkesan. Satu hari di Danau Toba bisa mencoba banyak hal. Pulangnya bisa kembali menikmati lagu-lagu DAY6 setelah kurang lebih tiga tahun hiatus dari dunia perdesikan :")
Wonpil my Batak boy, I missed you so much🥺🥺🥺
![]() |
| © DAY6 |
🌷








Post a Comment