Alkisah di negeri Wakanda sedang terjadi pandemi. Banyak penduduk Wakanda yang telah terjangkit penyakit menular. Kampung Wokawok, salah satu kampung di negeri Wakanda, juga tak luput dari wabah itu. Banyak rumah dilaporkan bahwa penghuninya sakit secara mendadak dan rombongan.
Di salah satu rumah di kampung Wokawok ada seorang WNW atau Warga Negara Wakanda, sebut saja namanya Wangci yang beralih profesi dari seorang pengelana menjadi seorang petapa selama masa pandemi tersebut. Namun suatu hari dia mendapat tugas khusus negara untuk mengunjungi daerah lain di luar kampung. Syaratnya Wangci harus terbebas dari penyakit menular. Wangci pun pergi ke tabib di kota untuk memastikan keadaannya. Wangci dinyatakan positif terjangkit penyakit menular yang sedang merebak. Wangci segera memberitahu orang-orang yang tinggal serumah dengannya karena mereka telah menunjukkan gejala terjangkit wabah terlebih dahulu. Di rumah itu ada tujuh orang termasuk Wangci. Enam orang lainnya di masa pandemi itu harus tetap turun gunung naik gunung karena menjalankan tugas negara. Biasanya kalau sedang ada waktu senggang, mereka dan Wangci bermain sepak takraw di lapangan sepak takraw pribadi di halaman belakang rumah mereka. Setiap orang mendapat giliran menjadi wasit supaya adil. Kembali ke saat dimana Wangci memberitahu orang-orang di rumahnya bahwa dia terjangkit penyakit menular. Reaksi salah seorang di antaranya, sebut saja namanya Wakwaw yang sebelumnya sudah tepar duluan, membuat Wangci ingin mengeluarkan jurus Kamehameha, tapi sayangnya dia bukan Son Goku. Berikut kutipan percakapan Wangci dan Wakwaw.
Wakwaw: (Fafifu wasweswos menjabarkan hasil tes negatif orang lain). Sebelumnya lu tes hasilnya gakpapa?
Wangci: Gue tes dua kali. Tiga hari lalu hasilnya gue masih negatif. Yang kedua ini baru positif.
Wakwaw: Akurat itu hasil tesnya?
Wangci: Menurut lu? (Wangci mulai naik darah karena membaca tanda-tanda denial. Hampir semua orang di kampung Wokawok tidak menganggap ada pandemi).
Wakwaw: (Fafifu wasweswos masih membahas hasil tes negatif tadi).
Wangci: Menurut lu gue sakit apa? (Wangci mencoba menahan emosi).
Wakwaw: Mungkin lu pas ke tabib kondisi badan lu lagi letoy jadinya hasilnya begitu. (Fafifu wasweswos membahas hasil positif orang lain sebagai bukti kalau dites pas badan letoy pasti hasilnya positif).
Wangci: Jadi menurut lu gue gak kenapa-kenapa?
Wakwaw: Enggak. Lu jangan bilang-bilang orang lain dulu.
Wangci: (Wangci emosi karena semalam sebelumnya dia tidur tidak nyenyak sama sekali dan mimpi buruk karena demam). Kalau kata gue, gue ketularan penyakitnya. Lu mau percaya mau nggak terserah.
Wakwaw: Pokoknya kalau lu tes pas kondisi lu lagi letoy hasilnya gitu Wang. (Wakwaw bersikeras dengan pendapatnya, padahal sendirinya tidak pernah tes).
Wangci: (Emosi Wangci sudah sampai di kerongkongan). Berarti ini tabib ngibulin gue gitu? Sini gue minta kata sandi masuk ke tempat praktek tabib desa. Gue pengen sembuh. (FYI, kata sandi tabib desa selalu diubah setiap bulan purnama dan hanya orang-orang tertentu yang tau. Wangci heran kenapa orang seperti Wakwaw bisa diberi akses untuk mengubah sandi karena dia tidak pernah mengenyam pendidikan asisten pertabiban atau pun ahli kunci. Ini masih menjadi misteri bagi Wangci).
Wakwaw: Jangan kalau ke tabib desa. Mending ke mantri aja. Langsung ke rumahnya.
Wangci: (Emosi Wangci naik ke hidung. Dia sudah tampak seperti siluman kerbau yang mengeluarkan asap mengepul dari hidungnya tapi dia harus tetap menjaga mulutnya agar tidak mengumpat). Gue cari cara sendiri. Gue positif kena penyakit menular. Titik.
Wakwaw: Padahal lu di rumah terus hayo, lu kontak sama siapa di luar?
Di titik ini emosi Wangci sudah di ubun-ubun. Ibaratnya kalau kepala Wangci adalah kompor minyak tanah jaman dulu sebelum ada kompor tabung gas elpiji masuk kampung Wokawok, kompor itu sudah meledug. Karena dirasa percuma menjelaskan panjang lebar kepada orang yang tidak menanggap pandemi ada dan Wangci juga ingin fokus memulihkan kesehatannya, dia memutuskan berobat ke tabib di kota. Sebelum pergi, dia menulis soal cerita di secarik kertas:
Di Wakanda sedang terjadi pandemi. Banyak orang yang sudah terjangkit penyakit menular. Warwir harus tetap keluar rumah dan kontak dengan banyak orang. Di antara orang-orang yang kontak dengan Warwir ada yang sudah tertular. Warwir tertular dari orang tersebut. Warwir yang telah tertular pulang ke rumah. Di rumah dia kontak dengan orang rumah yang tidak pernah keluar rumah. Orang tersebut kemudian terjangkit juga. Mengapa bisa demikian?
Wangci kemudian menggulung kertas tersebut, memasukannya ke dalam botol, dan menutupnya dengan gabus kedap air. Dia kemudian pergi ke laut di bagian selatan negeri Wakanda dan melemparkan botol berisi soal cerita tersebut ke laut.
| © Venkatesh S auf Pixabay |
"Siapa tau beratus tahun kemudian aku dan kakakku menemukan seorang Avatar muda yang baru. ada yang menemukan soal cerita ini dan bisa memecahkannya dengan metode diketahui, ditanyakan, jawab," kata Wangci pada rumput laut yang bergoyang. Dia kemudian pergi ke tabib di kota.
---
Seratus tahun kemudian seorang pemuda bernama Wangpiri menemukan botol tersebut di pesisir pantai Pulau Ginseng yang jaraknya lebih dari 2.000 mil dari negeri Wakanda. Wangpiri membaca soal cerita tersebut dan berhasil memecahkan persoalan yang tidak sanggup dicerna oleh Wakwaw.
| © DAY6 |
Tamat.
Wkkwkwkwkwkwkwkwkkwk ngakak hamba ya Allah. Semoga si wangci sudah ceria kembali dan bisa kembali bermain sepak takraw bersama rombongan lainnya.
ReplyDelete