Setelah lebih dari dua tahun terguncang secara mental serta tenaga dan pikiran terkuras, akhirnya aku bisa kembali lagi ke zona nyamanku: nonton pertandingan badminton di depan layar laptop. Banyak banget nama pemain yang asing buatku karena kelamaan nggak nyimak. Tapi yaudah sih, lama-lama juga familiar sendiri.
Sebelum vakum yang nggak direncanakan itu, aku sempat nonton pertandingan-pertandingan ganda putri dan ganda campuran. Favoritku di ganda putri waktu itu Yuki Fukushima/Sayaka Hirota dan Kim So Young/Kong Hee Yong, di ganda campuran random aja sih sebenernya setelah Owi/Butet berpisah karena Liliyana Natsir gantung raket. Aku hampir nggak nyimak sama sekali tunggal putra atau pun ganda putra sejak Taufik Hidayat meninggalkan diriku pensiun. Sempat melirik Takeshi Kamura di ganda putra, tapi cuma seumur jagung hehe. Setelahnya ada satu pemain yang lucu. Tidak lain dan tidak bukan ialah Loh Kean Yew di tunggal putra. Meskipun full senyum dan uwu, Keanu juga sayangnya nggak bisa menggantikan posisi Taufik Hidayat di hati akyu. Monmaap ini bahasanya cringe karena hamba memang cringe.
Agak lama setelah itu muncul lagi nama baru: Feng Yan Zhe, pasangan Huang Dong Ping di ganda campuran yang menggantikan Wang Yilyu. Berondong kelahiran 2001 ini cakep banget sih emang. Yan Zhe sering tertangkap kamera diomeli Dong Ping kalau dia melakukan kesalahan di lapangan. Kasian tapi lucu wkwkwkwkwk. Yang sabar ya Yance, itu demi kebaikanmu juga. *sok akrab*
Selain Yan Zhe masih ada satu lagi. Si kalem Kim Won Ho. Awal bulan ini aku sempat nonton Wonho (yang berpasangan dengan Jeong Na Eun) di Final Thailand Open. Disana mereka berhasil menjadi juara. Saat di podium Wonho yang vibe-nya soft boy terlihat semakin soft(?) dan sangat memancarkan aura anak baik-baik yang harus banget dijadikan kesayangan sejuta umat.
![]() |
| © BWF TV |
Di lapangan Wonho sering maju di depan net dan Naeun berada di belakang. Aku pun bertanya-tanya kenapa Wonho sering banget berada di depan net. Ya memang sih pemain laki-laki di ganda campuran bisa maju dan main di depan net, tapi nggak sesering Wonho. Ternyata Wonho percaya dengan kemampuan Naeun meng-cover lapangan belakang. Bhaiq. Singkat saja pembahasan mengenai gaya permainan pasangan gemas ini karena sebenarnya maksud dan tujuan dari postingan ini adalah saya ingin menyampaikan bahwa saya sudah menjadi budak cinta Kim Won Ho. Semoga perbucinan ini tetap berada di tahap yang sehat dan wajar. Sekian. Salam bucin.

Post a Comment