Persiapan(ku) ke Jerman: Ganti Paspor

June 26, 2023

© Blake Guidry on Unsplash

Tahun ini aku mendapat kesempatan ke Jerman untuk mengikuti seminar dengan tema kebudayaan Jerman. Saat aku membaca e-mail dari bos di institut pusat di awal menuju pertengahan Mei, aku harusnya excited bukannya overthinking. Kenyataannya aku malah overthinking duluan karena pasporku sudah habis masa berlakunya sejak tiga tahun lalu dan jarak menerima e-mail tadi dengan jadwal seminarnya sudah termasuk mepet.

Aku mengurus paspor tahun 2015 di kantor imigrasi di kota asalku. Itu satu-satunya tempat yang aku tau. Sekarang aku anak rantau dan belum kenal kota domisiliku saat ini dengan baik. Pagi itu setelah membaca e-mail, aku langsung buka aplikasi yang dulu aku install untuk jaga-jaga kalau aku mau ganti paspor suatu hari nanti😊

Dan... yang terjadi adalah app-nya sudah nggak berfungsi lagi. MAMPUS.

Untuk mengurus paspor dan semacamnya sekarang sudah pakai aplikasi M-Paspor. Itu info yang aku dapat dari seorang teman sesaat setelah kepanikanku tadi. Pasang M-Paspor di HP juga drama lagi. Skip aja dramanya karena nggak penting.

Setelah aku punya akun di M-Paspor, aku bikin janji untuk mengurus ganti paspor. Pertama aku harus mengisi data dulu. Lumayan banyak yang harus diisi. Disini juga ada drama lagi karena aku nggak nyangka harus upload foto KK.

© Kaka

Selain itu aku juga harus upload foto halaman 2 paspor lama.

Mampus kan. Aku nggak bawa dua-duanya.

Aku bersyukur banget di tengah drama ini ada keluargaku yang siap membantu di saat-saat genting. Singkat cerita, orang rumah mengirimkan foto KK dan halaman 2 paspor lamaku.

Lanjut pilih tempat. Aku pilih amannya aja: mengurus lagi di kantor imigrasi satu-satunya di kota asalku. Sayangnya semua kuota sudah penuh di bulan Mei. Baru ada lagi di bulan Juni.

Ya mampus dong wak kalau gue baru ngurus bulan Juni.

Mau nggak mau aku harus pilih kantor imigrasi di kota tempat aku merantau sekarang. Aku bertanya ke temanku lagi, dimana dan apa saja yang perlu disiapkan untuk mengurus paspor di kota yang bukan kota asal pemohon. Aku kira harus ada surat keterangan domisili, ternyata nggak. Persyaratannya sesuai dengan yang tertera di aplikasi, nggak ribet. Yang ribet cuma gue aja dari tadi.

Tempat sudah ditentukan, kemudian pilih tanggal dan jam. Banyak banget kuota yang masih tersedia. Aku memilih tanggal 20-an Mei.

Tahap selanjutnya: bayar pembuatan paspor.  Aku bayar di ATM BCA dan langsung bisa. Sebelumnya aku dan seorang kolega mencoba bayar di ATM bank lain karena kami mengurusnya bersama. Sayangnya nggak berhasil entah kenapa aku lupa. Untuk pembayaran ini ada tenggat waktunya, kalau nggak salah 2 atau 3 jam. Kalau lewat dari waktu tersebut, permohonan otomatis kadaluarsa dan harus pilih ulang tanggal dan jamnya. Bisa di tanggal dan jam yang sama selama kuota masih tersedia.

Janji sudah dibuat, tinggal meluncur ke kantor imigrasi. Aku bikin janji jam 9 pagi dan sudah sampai disana jam setengah 9. Aku menunggu kolega sebentar. Eh ternyata kok lama, yaudah aku tinggal masuk.

Aku menunggu sambil mengisi formulir pengajuan ganti paspor. Harus tanda tangan di atas materai 10.000. Materainya aku beli di koperasi(?) di belakang kantin dekat parkiran motor dan mobil. Sekalian aku beli materai untuk kolegaku juga. Bayarnya tunai. Setelah itu, aku mengantri di loket penyerahan dokumen. Petugas mengecek dokumen dan memberi nomor antrian kalau dokumennya sudah sesuai persyaratan. Antrian sesuai jam sepertinya nggak berlaku ya ges ya. Sistemnya lebih ke siapa yang datang, isi formulir, dan menyerahkan dokumen lebih awal, dia yang dapat nomor antrian duluan. Buat gue sih ini bukan masalah ya wak, YANG PENTING GUE SEGERA DAPAT PASPOR BARU.

Nomor antrianku dipanggil. Tahap selanjutnya seperti yang sudah-sudah adalah wawancara. Ini sih yang bikin aku menunda untuk ganti paspor 3 tahun lalu. Ditanya kerja dimana dan keperluannya apa. Saat itu statusku di institut tempat aku kerja sekarang masih anak magang. Kan repot. Sekarang aku sudah resmi menjadi karyawan disana dan punya alasan jelas untuk pergi ke Jerman. Sip.

Wawancara sudah, ambil sidik jari dan foto juga sudah. Tinggal menunggu paspor jadi selama 4 hari kerja. Aku kembali ke kantor dengan membawa lembar bukti bayar yang ada barcode untuk dipakai mengambil paspor nantinya.

Beberapa hari berlalu...

PASPORKU AKHIRNYA JADI. ALHAMDULILLAH.

Lanjut ke tahap selanjutnya: mengurus Visa Schengen Jerman.

Post a Comment