![]() |
| © VIN JD from Pixabay |
Aku mendapat kesempatan mengikuti seminar di Jerman dengan tema kebudayaan Jerman. Sebelum berangkat ke Jerman, semua pemegang paspor ijo gambar burung garuda harus mengurus visa dulu, termasuk diriku ini. Visa yang aku perlukan adalah visa bisnis. Aku mengurus Visa Schengen Jerman di VFS Global. Untuk membuat janji temu, aku harus membuat akun dulu di website VFS. Bisa ditebak, seperti saat mengurus ganti paspor, disini juga ada drama gara-gara aku salah memasukkkan password padahal belum ada 5 menit sejak verifikasi e-mail.
Setelah berhasil mengakses akun baruku, aku langsung mengecek persyaratan dokumen untuk visa yang aku butuhkan. Meskipun belum punya akun, persyaratan dokumen bisa dicek langsung di websitenya VFS. Aku menyiapkan dokumen yang diperlukan paralel juga dengan aku menunggu pasporku jadi. Nyicil supaya nggak berat dan menghindari drama yang nggak seharusnya terjadi.
Dokumen sudah lengkap. Selanjutnya membuat janji temu. Slot untuk bulan Juni sudah dibuka di akhir bulan Mei. Aku langsung memilih tanggal dan jam yang aman. Setelah itu aku membayar sesuai nominal yang tertera di website. Bayarnya online. Aku pakai BCA mobile. Drama terjadi lagi. Pembayaranku nggak berhasil karena debit online di BCA mobile-ku belum aktif. Aku harus mengulang lagi membuat janji temu dan harus menunggu sekitar 5 jam dulu baru bisa membuat janji baru.
Drama pembayaran selesai. Aku langsung mencetak bukti booking janji temu untuk dibawa saat datang ke kantor VFS. Di hari H aku datang 15 menit lebih awal. Petugas di pintu masuk mengecek janji temu yang aku buat. Aku disuruh menunggu dulu sampai tepat jam 1 siang dan dikasih form pengiriman paspor. Karena waktu itu aku nggak lihat ada ruang tunggu di luar kantor VFS, jadi aku menunggu di toilet sambil mengisi form pengiriman paspor dengan nama, nomor HP, dan alamat pengiriman. Jam 1 siang aku masuk ke ruangan petugas yang mengecek kelengkapan dokumen. Aku menunggu dipanggil sesuai nomor antrian. Di ruangan tersebut HP harus di-silent dan nggak boleh dipakai. Dilarang mengambil gambar apapun di ruangan.
Setelah dicek dan dokumen dinyatakan lengkap, aku harus membayar biaya pengiriman dokumen. Bayarnya tunai. Untunglah aku bawa tunai. Visaku gratis karena aku dapat undangan dari institusi pemerintah Jerman. Di sebelahku ada yang mengurus visa Schengen Belanda. Dia membayar biaya pembuatan visa dan biaya pengiriman dokumen secara tunai.
Setelah bayar, aku menunggu lagi sebentar untuk pengambilan sidik jari di Ruang Biometrik. Tempat menunggunya tepat di depan tempat petugas pengecekan dokumen. Ruang Biometrik ada di sebelah tempat pengecekan dokumen. Disekat tembok dan pintu geser aja.
Aku dipanggil masuk ke Ruang Biometrik dan dijelaskan prosedurnya. Saat pengambilan sidik jari, petugas memastikan di jariku nggak ada luka. Setelah selesai pengambilan sidik jari, aku bisa meninggalkan kantor VFS. Pelayanannya bagus dan petugasnya ramah.
Sat set sat set. Tiga hari setelah tanggal pengajuan, visaku jadi. Pasporku yang sudah ada tempelan visa sampai di kantor empat hari setelah visa diterbitkan.



