New Hobby Unlocked

December 15, 2025

Siapa yang suka menyimpan perintilan-perintilan sisaan traveling?

Akuuuuuuu~

Siapa yang suka menyimpan bungkus makanan edisi spesial?

Aku lagi~

Siapa yang suka menyimpan tag baju yang gambarnya bagus dan lucu?

Aku pula itu😅

Intinya aku suka menyimpan barang-barang yang harusnya dibuang aja gak sih kan sudah tidak berguna.

Jangan dong.

Sayang @eunseok

sygq lagi main game

Eh, bukan sayang yang itu ya?🤭

Sayang kalau dibuang maksudnya.

Sayangnya, perintilan-perintilan itu meskipun kecil dan bisa dilipat, lama-lama menumpuk dan menghabiskan space untuk barang lain yang lebih berguna. Dulu aku pernah mencoba bikin junk journal tapi mandek gara-gara hasilnya nggak sesuai dengan ekspektasiku sendiri. Ujung-ujungnya ya numpuk lagi itu perintilan-perintilan sentimental(???). Meskipun tau sudah menggunung, aku tetep aja nyimpen perintilan-perintilan baru. Makin numpuk lah dan tersebar di kotak-kotak ajaib yang aku sampai lupa perintilan mana ada di kotak mana.

Kurang lebih dua bulan yang lalu, aku scroll-scroll fyp TikTok. Seperti biasanya aja. Tiba-tiba ada satu video luar biasa yang mengubah hidupku wkwkwkwk alay lu!

Tapi benar adanya pemirsa. Perintilan-perintilan yang tersebar di kotak-kotak kardus itu akhirnya bisa dijadikan di satu tempat yang lebih kecil. Hasilnya? Rapi dan yang paling penting ✨️estetik✨️.

Video yang lewat di fyp-ku itu menampilkan user yang sedang membuat scrapbook.

scrapbook

noun

scrap·​book ˈskrap-ˌbu̇k 
Synonyms of scrapbook
a blank book in which various items (such as newspaper clippings or pictures) are collected and preserved

Model scrapbook yang inspiratif itu berisi potongan-potongan kecil bungkus makanan atau produk lain yang dibentuk seperti prangko dan ditempel di setiap halaman buku. Small but nice!

Ini beberapa kepingan "prangko" yang ada di scrapbook-ku:

Alat-alat yang dibutuhkan juga nggak terlalu ribet. Aku pakai penggaris persegi, gunting biasa, gunting bergerigi, dan lem. Lemnya ada dua macam: lem stick (untuk menempelkan "prangko" ke buku) dan lem cair (untuk merekatkan plastik ke kertas tebal bekas sebagai alasnya biar nggak letoy dan bisa dibentuk seperti prangko).


Ukuran "prangko"-nya bebas sesuai selera dan rasa eman(???) ke objeknya.

Sejauh ini aku cocok sih bikin scrapbook seperti ini. Rasanya lega dan rela membuang sisa plastik atau kertas yang nggak bisa dipakai lagi. Selain itu, aku juga nggak perlu mikir lama untuk lay out-nya karena ukurannya sama dan susunannya teratur. And again, tetap ✨️estetik✨️ menurut standar kreativitas hamba🙏🏻

Sekian update di segmen life kali ini. Salam ✨️estetik✨️!

🌷

Read More

Perkara Batu (Part 44)

December 07, 2025

Desember, E-nya apa?

Emo.

Perkara Batu yang sempat vakum dua bulan ini kembali dengan tema emo karena ada yang mendadak jadi emo kid. Siapakah itu? Meskipun jawabannya sudah jelas, tetap simak ya hehe.

Lily menghabiskan masa akhir remajanya dengan menjadi emo kid. Setelah lulus kuliah dan melewati banyak hal di dunia kerja, jiwa emonya hampir tidak pernah lagi dia tunjukkan.

TIBA-TIBA EUNSEOK PAKAI FILTER EMO DI TIKTOK! GIMANA GAK DAR DER DOR JIWA EMO GUE?!?!!?😭😭😭😭😭😭😭

🪨I'm okay

SEOK!!! I’M NOT OKAY (I PROMISE)

Itu kan lagunya My Chemical Romance.

Udah diem. Lanjut cerita aja.

Sebelumnya ada Anton yang pakai filter emo itu juga. Angle video Anton diambil dari atas yang menurut Lily dapet banget feel emo-nya. Meskipun begitu, Lily tenang-tenang saja dan tidak fomo ikutan pakai filternya. Begitu Eunseok yang pakai (yang katanya disuruh manajemen), tidak hanya jiwa kebadutannya tetapi juga jiwa emonya yang terpendam meronta-ronta.

Hasilnya...

Jangan dihujat. Saya orangnya gampang tertekan dan overthinking. Kasian nanti Eunseok yang repot. Terima kasih.

Harap dimaklumi.

Di universe yang lain, Lily dan Eunseok chattingan ceritanya. Transkripnya diterjemahkan ke bahasa Indonesia karena saya sebagai narator baru saja selesai maraton nonton Wednesday dua season dubbing bahasa Indonesia.

은석: 안자나? (Belum tidur?)

lily: 이 시간에 문자하네. 왜 그래? (Ngechat jam segini, ada apa?)

은석: 잠깐 야식 먹고있었어 (Barusan aku makan midnight snack)

lily: 난 emo 비디오 보는 중 ㅋㅋ (Aku lagi nonton video emo ㅋㅋ)

은석: 이모 내가봐도 웃기긴하네 ㅋㅋㅋ (Emo itu menurutku juga lucu sih ㅋㅋㅋ)

Emo yang dimaksud itu emo yang di video ini:

Wonbin juga terseret ke tim emo yang diketuai Eunseok.

Setelah emo, akan ada gebrakan apa lagi dari Eunseok? Apa pun gebrakannya, Lily selalu siap membadut.

🌷

Read More

Perkara Batu (Part 43) - Edisi Song/Jung

September 21, 2025

ganda putra kek gini pegimane?

Anak kamar sebelah mengirim DM ke Lily disertai foto foto Eunseok & Sungchan yang memakai jaket dan celana (yang bagi Lily dan anak kamar sebelah) seperti yang dipakai atlet badminton saat pengalungan medali di Olimpiade. Ditambah lagi, propertinya lengkap dengan dua medali juga.

GANDA PUTRA KESAYANGAN GUEEEEEEE

GUE TUNGGUIN TIAP MAIN

WAH GILAK SIH KALO BENERAN BRONDONG DUA INI JADI GANDA PUTRA

SONG/JUNG🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰

Anak kamar sebelah membuat display name Eunseok dan Sungchan seperti display name pemain bulutangkis yang ditampilkan saat game akan dimulai. Biar semakin riil halunya.

song yunsok, jung sungchan bacanya tuh para komentator sini

Anak kamar sebelah yang familiar dengan pelafalan nama pemain korea oleh komentator lokal langsung melanjutkan alternate universe SONG/JUNG.

song yunsok banyakan main di depan net, jung sungchan tukang gebuk di belakang

kalo dapet poin JUNG teriaknya kenceng, SONG ya begitu" aja komuknya sambil tos

Lily dan anak kamar sebelah sejak kecil suka menonton pertandingan badminton. Jadilah kebucinan mereka ke duo 01z ini combo dengan ketertarikan mereka ke badminton. Kebucinan mereka berlanjut di hari-hari selanjutnya.

Anak kamar sebelah kembali mengirim foto Eunseok dan Sungchan sebagai ganda putra.

SONG/JUNG SUPREMASI🔥🔥🔥🔥🔥🔥🔥

INI LO NAMANYA SANGAT KESAYANGAN🥰🔥🥰🔥🥰🔥🥰

kan gw jago bikin nama😌

Anak kamar sebelah jumawa, tapi kemudian Lily  menyadari sesuatu.

JUNG/SONG gak sih kan urut alfabet

loh kirain tergantung umur wkwkwk

Sistem umur di dunia peridolan dan sistem penamaan di BWF sepertinya mengacaukan memori anak kamar sebelah.

tapi bagusan SONG/JUNG🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰

iya ini aja😌lucu dan menggemaskan🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰

:)))))))

Akhirnya ganda putra Song Eun Seok dan Jung Sung Chan resmi disebut sebagai SONG/JUNG di dunia kebucinan Lily dan anak kamar sebelah.

kalo gw nonton badminton jadinya otak gw langsung bikin skenario profil SONG/JUNG🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰 wkwkwkwk

SPILL DONG JAN PAMER TANPA BUKTI. (Kalimat anak kamar sebelah diperhalus karena ini ruang publik.)

spill apanya orang itu gw ngarang

Melipir, melipir, melipir... Lily membuka note di ponselnya dan mulai merealisasikan skenario di kepalanya.

SONG Eun Seok
AGE: 24
HEIGHT: 180cm
BIRTHPLACE: Seoul, South Korea
RANKING: 39
HIGHEST RANKING: 39 (w JUNG Sung Chan)
-------

JUNG Sung Chan
AGE: 23
HEIGHT: 186cm
BIRTHPLACE: Seoul, South Korea
RANKING: 39
HIGHEST RANKING: 39 (w SONG Eun Seok)
-------

SONG/JUNG hitungannya masih belum lama dipasangkan, jadi peringkatnya belum tembus sepuluh besar. Angka 39 diambil dari bulan lahir SONG/JUNG.

SONG/JUNG ini spesialis pemain ganda. Sebelumnya SONG/JUNG main di ganda campuran. SONG berpasangan dengan Park Na Ri, JUNG dengan Lee De Yi Ji~

Siapa tuh Park Na Ri dan Lee De Yi Ji?

YTTA~ wkwkwkwk

:)))

Lily mengirimkan profil SONG/JUNG ke anak kamar sebelah.

YHA INI MAKSUD GW YANG DISPILL

kepikiran aja lu (Kalimat anak kamar sebelah lagi-lagi harus diperhalus karena ini ruang publik.)

kan gw fans song/jung🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰 garis keras

age-nya harus beda banget ea biar bisa dipanggil hyung

iya dong. beda bulan tu harus beda biar bisa dipanggil hyung

Apa sih :)

Tapi betul, usia pemain bulutangkis yang ditampilkan di profil saat turnamen dihitung berdasarkan bulan dan tahun. Lily membuat skenario profil SONG/JUNG di pertengahan Juni. Sungchan masih belum genap berusia 24 tahun.

Cerita SONG/JUNG berlanjut sampai ke perempat final...

Lily mengirim foto Eunseok dan Sungchan berdua yang terlihat santai.

habis pertandingan perempat final yang easy peasy

dan melaju ke semifinal dengan mulus🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰

SONG/JUNG semangat ya semifinalnya🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰

3 set gpp tapi harus menang

🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰

Dan tetap berlanjut hingga ke London...

Lily lagi-lagi mengirimkan foto Eunseok dan Sungchan. Kali ini saat mereka makan es krim di sebuah taman di London.

SONG/JUNG kelar all england langsung jalan" makan es krim

🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰

self reward ya song/jung🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰

Besoknya Lily mengirim video Eunseok dan Sungchan yang sedang jalan-jalan sambil membuat konten TikTok.

tanpa beban ya abis all england SONG/JUNG🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰

udah melampaui target🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰

Karena duo SONG/JUNG ini sangat gemas, Lily dan anak kamar sebelah jelas berharap Eunseok dan Sungchan yang memakai jaket dan celana atlet dijadikan konten official. Meskipun tanda-tanda untuk memposting foto yang diharapkan dari manajemen tempat Eunseok dan Sungchan bekerja itu tidak kunjung terlihat, Lily dan anak kamar sebelah tetap berharap sambil nyinyir.

Malam hari di tanggal 14 Agustus, akun Youtube RIIZE merilis WE RIIZE episode 41 dengan tema Summer Camp. Begitu melihat thumbnail videonya, Lily langsung heboh dan memberi tau anak kamar sebelah.

BADMINTON GAK TUH SONG/JUNG

TADI GUE LIAT SEKILAS TAPI GAK NYADAR😭😭😭😭😭😭😭

Saat menonton RIIZE bermain badminton, kepala Lily dipenuhi skenario SONG/JUNG berlaga di lapangan. Setelah selesai menonton, Lily langsung membuat skenario pertandingannya.

Babak pertama:

Babak pertama dibuka dengan rally yang cukup panjang. Bola dari JUNG dikembalikan lawan dan jatuh di luar lapangan. Poin pertama untuk SONG/JUNG.

JUNG serve. Adu drive dengan lawan dan berhasil. Satu poin untuk SONG/JUNG.

SONG/JUNG salah pengertian. SONG harusnya menerima pengembalian bola, tapi terlanjur dibiarkan ke belakang sehingga membuat JUNG kelabakan. Satu poin untuk lawan.

Lob dari JUNG terlalu panjang ke belakang. Satu poin lagi untuk lawan.

Smash JUNG berhasil. Bolanya sulit di kembalikan lawan.

SONG dua kali gagal adu drive.

JUNG serve dengan sangat baik. Bola berhasil dikembalikan lawan dan mendarat di garis lapangan, tapi sepertinya JUNG melihat bola jatuh tipis di luar garis lapangan. JUNG challenge. Dan................. bola out~ Satu poin untuk SONG/JUNG.

Babak kedua:

SONG memberi arahan ke JUNG untuk mengembalikan smash dengan backhand, karena saat di-smash lawan, JUNG dua kali mengembalikan bola dengan forehand yang mana pengembaliannya kalau tidak tanggung ya nyangkut di net.

Sebagai pemain depan, SONG esmoni kalau JUNG yang kebetulan di posisi depan tidak berhasil netting wkwkwkwk.

Nggak lama berselang, SONG yang membuat kesalahan. Flick servisnya terbaca dan berhasil dimatikan lawan.

Babak ketiga:

JUNG saat bermain di depan bisa dengan mudah memotong bola lawan karena posturnya menjulang.

SONG flick serve lagi dan kali ini berhasil.

JUNG berhasil menempatkan bola di belakang dan membuat lawan ragu in atau out.

Servis tipis SONG tidak berhasil dikembalikan lawan.

JUNG serve. Pengembalian lawan langsung dipotong SONG di depan net. SONG teriaknya kenceng kalau poinnya hasil dari penempatan bolanya yang tepat.

Poinnya tadi berapa?

Nggak tau udah, yang penting intinya SONG/JUNG menang. JUNG selebrasi dengan teriakan dan gerakan sebadan-badan.

:)

Highlight pertandingan ini terinspirasi dari pertandingan badminton RIIZE di RIIZING SUMMER CAMP dan disesuaikan dengan imajinasi Lily.

SONG🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰

JUNG🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰

🌷

Read More

Perkara Batu (Part 42)

July 10, 2025

Tanggal 3 November tahun lalu Eunseok pamer casing ponselnya yang bertema Doraemon.

Lily yang masa kecilnya ditemani Doraemon di setiap Minggu pagi tentu saja langsung mencari apa pun yang berhubungan dengan robot kucing dari masa depan itu.

"Hari-hari kok disetir brondong."

Komentar dari anak kamar sebelah sangat cocok menggambarkan cerita di Perkara Batu bagian ke-42 ini... semua part di Perkara Batu sih sebenarnya.

Hehe hamba tidak bisa mengelak karena benar adanya~

:)

Kembali ke fokus utama di Perkara Batu kali ini: Doraemon.

Apa yang dilakukan Lily?

3 Desember 2024: Saat membeli barang kebutuhan sehari-hari, matanya tidak sengaja melihat snack edisi Doraemon. Tanpa pikir panjang dia langsung mengambil dua bungkus :)

Yo~ Doraemon ft. retakan di tembok
Cukup tembok aja yang retak, hati kita jangan @ Eunseok

6 Januari 2025: Membeli dua Dorayaki rasa coklat dan kacang merah.


Dorayaki kacang merah enak banget! Kalau kata Eunseok: 이거추천 맛있었어 

21 Januari 2025: Saat di toko roti favorit warga, dia melihat ada roti berbentuk kepala Doraemon. Sat set mengambil ponselnya dan memotret roti itu sambil mencari roti yang akan dia beli.

Makanan semua yang dicari?

Ou bener juga... ya gimana ya pemirsa... like 남친 like 여친 lah ini😌 wkwkwkwkwk

:)

Iyain aja orang bulol.

Apa lagi yang selanjutnya akan dia lakukan karena hari-harinya telah disetir brondong yang nenek moyangnya jago memasak itu?

Tentunya akan diceritakan di Perkara Batu berikutnya~

🌷

Read More

Perkara Batu (Part 41)

July 07, 2025

"Om dan ponakan... asli," kata anak kamar sebelah sambil menunjukkan foto Sungchan dan Yunho.

"Yunho kelahiran tahun berapa?" Lily bertanya karena tidak tau sama sekali info tentang Yunho.

"Line 86, itu mereka berdua beneran satu nenek moyang Jung. Yunho generasi ke-36, Sungchan ke-38 kalau gak salah inget," anak kamar sebelah menjelaskan.

"Nenek moyang gitu ngitungnya sejak jaman Joseon apa gimana? Kok masih puluhan?"

"Gak tau kalau ini, cuman Yunho sama Sungchan itu klan Jung dari daerah apa gitu dulu bilangnya."

Lily jelas penasaran...

Eunseok dari klan Song mana?

Dia mencari info dari NamuWiki tapi karena terjemahan yang kadang tidak akurat dan dia juga tidak familiar dengan marga, pencariannya tidak banyak membantu. Meskipun begitu dia tetap penasaran dengan nenek moyang Eunseok.

Jawaban dari rasa penasarannya ini akhirnya terjawab.

Eunseok dari klan Eunjin Song🥹🥹🥹🥹🥹🥹🥹

Dari mana Lily tau?

... 은진 송씨 집안 모두가 너를 응원하고, ... (Everyone in the Eunjin Song clan is cheering for you.)

Terima kasih Tante sudah memberikan pencerahan🙏🏻

:)

Tante dari Eunseok yang datang ke konser RIIZING LOUD hari kedua menulis pesan dukungan untuk Eunseok.

Tidak berhenti di situ, Lily kembali ke NamuWiki dan mencari informasi tentang klan Eunjin Song... kemudian dia beralih ke Wikipedia... lalu berusaha mencari di sebuah website berbahasa Inggris yang menjelaskan tentang marga di Korea.

Entah karena sudah malam atau sudah tau sudah capek atau memang memahami sejarah marga masih terlalu rumit baginya, Lily masih belum paham sepenuhnya. Akhirnya dia bertanya ke ChatGPT. Di sana dia diberi penjelasan panjang lebar. Entah karena sudah malam atau sudah tau sudah capek atau memang memahami sejarah marga masih terlalu rumit baginya, Lily masih belum paham sepenuhnya. Akhirnya dia menulis:

Can you explain the Eunjin Song clan in baby language?

Of course! Here’s a baby-language-style explanation of the Eunjin Song clan — super simple and gentle, like telling a story to a little one:

👶 Once upon a time...

There was a big big family called the Eunjin Song clan (은진 송씨).

They all have the same last name: Song (like “송” in Korean).

A long time ago, one smart grandpa named Song Cheon-ik started this family.

🏡 They lived in a place called Eunjin (now called Nonsan in Korea).

So the family is called the Eunjin Song clan—like saying “Song family from Eunjin!”

👴 The Song family got very big!

• They had many children, and the children had children…

• Now there are hundreds of thousands of Song people from that family!

• They even wrote books to remember all their grandmas and grandpas. Those books are called 족보 (jokbo), like a family storybook.

🌱 Some of them became smart teachers, brave workers, or good cooks!

They helped the king, studied hard, and shared tasty recipes.

One famous uncle from the family was named Song Si-yeol. He was super smart!

🧸 And guess what?

Someone very special named Eunseok is part of this big Song family too!

So Eunseok’s far-away grandpas also came from this family in Eunjin. Cool, huh?

💞 So the Eunjin Song clan is like a very old, very big tree.

Each Song person is like a little leaf on that tree 🌳

Even if they live far away now, they all come from the same strong roots.

Di penjelasan ini muncul nama Eunseok karena sebelumnya gue udah bilang ke ChatGPT kalau Eunseok dari klan Eunjin Song makanya gue penasaran😁

Song Eunseok kebanggaan klan Eunjin Song✊🏼

Banyak dari klan Eunjin Song yang pinter masak... apa ini salah satu alasan Eunseok diajarin masak di keluarganya😊 (baca juga: Chef Song di kompetisi memasak internal)

Penasaran dari mana sumber informasi itu didapat, Lily meminta ChatGPT memberikan sumber dari rangkuman tentang klan Eunjin Song.

Here are the main sources behind the baby-language story I wrote about the Eunjin Song clan:

Wikipedia – Eunjin Song clan: https://en.wikipedia.org/wiki/Eunjin_Song_clan

GrandCulture Regional Encyclopedia entries: https://www.grandculture.net

Korean Journal of Food Culture, 2016 – Article on the Dongchundang recipe book by the Eunjin Song family

East Asian Classical Literature, 2024 – Article on the literary legacy of the clan

Sesuai permintaan Lily, informasi yang dikumpulkan ChatGPT tidak hanya dari website, tapi juga dari artikel atau jurnal.

Selain klan, ada satu informasi menarik lagi tentang Eunseok dari Tante Song: Eunseok adalah keponakan tertua Tante Song.

Apa ini berarti Eunseok juga cucu pertama Oma dan Opa Song?

🌷

Read More

Perkara Batu (Part 40)

June 16, 2025

Lily baru saja membuka mata dan melihat ke sisi kiri tempat tidurnya.

Kosong.

Eunseok sudah pergi ke kolam renang di lantai 1.

Saat itu jam masih menunjukkan pukul 5. Di luar masih gelap. Ruangan yang mereka tempati juga gelap. Satu-satunya cahaya di sana berasal dari lampu di kamar mandi.

Lily bangun dan bersandar di bantal. Dia mengambil tablet di atas meja di samping tempat tidur. Lalu dia mulai mengetik sesuatu. Dia menulis cerita tentang seseorang yang sudah meninggal.

Baru menulis permulaan cerita, dia merasakan gerakan seseorang yang sedang menaiki kasurnya. Awalnya dia berusaha mengabaikannya, tetapi rasa takut pelan-pelan menguasai kepalanya. Dia meletakkan guling di sisi kiri tempat tidurnya untuk menghindari ruang kosong dan menaruh tablet di samping guling. Dia lalu bangkit dari tempat tidur dan berjalan ke arah pintu untuk menyalakan lampu. Ada beberapa sakelar di sana. Dia tidak tau mana yang harus ditekan untuk menyalakan lampu yang paling terang. Dia menekan sakelar dengan acak dan akhirnya lampu utama menyala.

Saat dia kembali, guling sudah berada di ujung tempat tidur dengan posisi horizontal. Tablet terletak di sisi kiri tempat tidur tepat di posisi ketika orang memangkunya dengan bersandar di bantal dan kaki diluruskan ke depan. Dengan perasaan heran bercampur takut, Lily memutar tablet itu ke arahnya. Layarnya masih menyala dan menampilkan pemberitahuan:

Activity not performed by a human has been detected.

Lily menyambar tabletnya dan berjalan cepat meninggalkan kamar itu. Dia turun dari lantai 8 ke lantai 1 dan mencari Eunseok.

Langit perlahan mulai terang. Di kolam renang dan sekitarnya sudah banyak sekali orang. Dia tidak berhasil menemukan Eunseok. Sementara itu, tabletnya terus berbunyi karena alarm yang dia setting setiap 30 menit sekali. Lily berusaha mematikannya karena orang-orang di sekitarnya mulai terganggu. Dia menekan tombol kunci yang seharusnya bisa menghentikan suaranya.

Gagal.

Dia mencoba mematikan tabletnya.

Gagal juga.

Dengan panik dia menghantamkan tabletnya ke pinggiran tembok rendah di dekat kolam renang. Layar tabletnya retak, tetapi masih menyala dan alarm terus berbunyi. Lily berusaha merusak tabletnya.

Berhasil.

Layarnya mati, tetapi anehnya alarm masih berbunyi. Dia semakin panik. Sedetik kemudian layar kembali menyala dan menampilkan sebuah pesan singkat:

Jangan menulis tentang ceritaku.

Pesan itu dari seseorang yang kisahnya sedang dia tulis.

Diiringi bunyi alarm yang mengusik telinga, Lily tercengang.

*

Bunyi alarm masih terdengar saat Lily membuka matanya. Bunyi itu berasal dari ponselnya yang ada di atas meja di samping tempat tidurnya. Dia meraihnya dan mematikan alarm.

Jam menunjukkan pukul 6. Lily mendengar suara gemercik air dari kamar mandi. Sepertinya Eunseok sedang mandi.

Bukannya dia renang sampai jam 7?

Tidak lama kemudian pintu kamar mandi terbuka dan Eunseok muncul.

“Kok udah balik? Katanya mau renang sampai jam 7?” tanya Lily.

“Nggak jadi. Ada orang lagi photo shoot pre-wed di samping kolam,” jawab Eunseok sambil mengeringkan rambutnya dengan handuk.

“Ada lagi yang renang apa kamu sendiri?”

“Cuma aku aja.”

“Hahaha harusnya pose dong jadi background mereka.”

“Black shadow pose.”

“Aku barusan abis mimpi serem tau,” kata Lily sambil menata bantal untuk bersandar.

Eunseok terlihat penasaran dan duduk di sebelah kiri Lily.

“Ceritanya gini ...,” Lily menceritakan mimpinya yang baru saja terjadi.

***

Cerita ini berdasarkan mimpi di kehidupan nyata ditambah dengan chat Eunseok di bubble.

난 공포영화 좋아해 (I like horror movies.)

하지만아직 내 마음을 울릴만한 공포영화를 만나진 못 했어 (But I still haven’t found one that really hits me emotionally.)

이해하면 소름돋게 무서운게 좋더라 놀라는거 말고 (I like the kind that gives you chills once you understand it — not just ones that make you jump.)

개인적으로 영화보다 유튜브 귀신이야기가 더무서워 곧 더워지니까 봐바 (Personally, ghost stories on YouTube scare me more than actual movies. It’s going to get hot soon, so go watch some.)

약간 나폴리탄 괴담 느낌 ~ (It has that Neapolitan ghost story vibe ~)

심야괴담회 추천 (I recommend 심야괴담회 — Late Night Ghost Talk).

그거 진짜 귀신이야 난 싫어 >< (That one… it’s a real ghost. I don’t like it ><)

귀신은 언제나 있어.. 지금도 릴리뒤에 (Ghosts are always around… even now… behind you.)

없는데~ (There’s nothing there~)

위에봐바 .. (Look up...)

야! (Hey!!)

나중에 더깊이 있는 공포 얘기를 해야겠어 (We’ll need to talk about deeper horror stories next time.)

🌷

Read More

Perkara Batu (Part 39)

June 02, 2025

Lily berada di kamarnya yang sejuk karena hembusan angin dari kipas angin. Dia sedang menonton Eunseok live di Weverse. Saat itu live baru dimulai dan Eunseok sedang menyapa orang-orang yang berdatangan untuk join. Sambil small talk, dia mencoba beberapa filter yang tersedia di sana. Salah satu filter yang dia pilih adalah filter dengan banyak gambar kecil di empat sisi layar.

Ada satu gambar yang membuat tombol cocoklogi di kepala Lily kembali aktif. Gambar apa itu?

Lampu petromaks~ wkwkwkwk

Sampai petromaks pun bisa menjadi Perkara Batu.

Buat Eunseok apa sih yang nggak bisa😌

:)

Ternyata tanggal 22 Desember tahun lalu Lily sempat menggambar lentera berdasarkan tutorial dari Genevieve di Youtube.

Sebelumnya, dia memposting foto secangkir coklat hangat di instagram dengan caption 'Expecto Patronum' karena desain unik di permukaan coklatnya bagi Lily terlihat seperti patronus angsa. Salah satu temannya menulis komentar "expecto patromax”. Inilah yang membuat Lily menggerakkan tangannya untuk kembali menggambar. Dia memposting hasil gambarnya di story dengan tulisan 'expecto petromax' dan meng-@ temannya itu.

Siapa sangka saat live tanggal 14 Januari tahun ini Eunseok pakai filter yang ada gambar petromaks-nya~~~

Gini doang gue udah seneng😊😊😊😊😊😊😊 Menyala petromaks~

:)

Begitulah jika sudah bulol.

🌷

Read More

Terbang ke Sorong

May 29, 2025

Nulis cerita ke Sorong karena tersentil notifikasi Gallery tanggal 30 Maret lalu. Akhir Maret dua tahun yang lalu aku terbang ke Sorong.

Perginya kapan, nulisnya kapan.

Ya, begitulah.

Sama seperti saat terbang ke Sumatra Utara, ke Sorong pun karena urusan kerjaan. Berangkatnya tanggal 27 Maret 2023 dini hari. Malam hari di tanggal 26 Maret 2023 aku memutuskan nggak tidur malam karena takut bablas. Kurang lebih jam 10 malam aku makan sandwich dan terjaga sampai jam 1 malam. Lalu aku pesan taksi bandara dan meluncur. Meluncurnya ternyata nggak mulus. Karena saat itu aku masih baru jadi anak kos, aku lupa kalau gang yang masuk ke kosanku banyak yang ditutup. Jadinya driver muter-muter mencari gang menuju Roma. Aku harus menunggu sampai kurang lebih 45 menit. Sungguh di luar prediksi. Untung jalan sepi, jadi mobil bisa melaju dengan cepat dan sampai di bandara tepat waktu.

Pesawat yang aku tumpangi transit dulu di Bandara Sultan Hasanuddin Makassar sekitar jam 9 pagi. Saat menunggu pesawat tujuan Sorong, hal yang nggak diharapkan sama sekali muncul: masuk angin. Mampus. Mana nggak bawa tolak angin.

Di tengah perjalanan menuju Sorong, aku berusaha tidur. Tapi ya jelas nggak bisa tidur. Udah terlanjur masuk angin. Pesawat yang akan landing muter-muter dulu di langit Sorong. Hamba yang seumur-umur tidak pernah mabuk darat, laut, dan udara mendadak mau muntah. Menutup mata pun nggak nolong. Dalam hati hamba menjerit: PAK PILOT BURUAN PAK TOLONG BANGET INI SAYA NGGAK MAU MUNTAH DI PESAWAT!

Saat pesawat sudah mendarat di Bandara Domine Eduard Osok, badan ini udah lemes dan mau cepet-cepet sampai di hotel dan tidur. Beli freshcare dulu biar berkurang penderitaan karena masuk angin.  Sesampainya di hotel aku langsung pesan makan online dan lanjut tidur selimutan.

Di Sorong aku ditemani Kak Flo. Kak Flo orangnya baik banget. Di hari kedua di Sorong (28 Maret 2023), aku diajak keliling kota Sorong setelah selesai macul. Kak Flo mengajakku mengunjungi Wihara Buddha Jayanti. Area di sekitar wiharanya sangat asri. Banyak pohon bambu dan anginnya sejuk, bisa mengimbangi panasnya sinar matahari Sorong di siang bolong.

Begitu sampai di pelataran wihara, langsung disambut pagoda tingkat tujuh~

Naga di atas gapura yang menghadap ke teluk Sorong

Pemandangan teluk Sorong dari wihara. Letak wiharanya ada di bukit.

Yayasan Buddha Jayanti didirikan pada 18 Desember 1984. Di dinding wihara terpasang nama-nama pendirinya.

Hari ketiga di Sorong setelah selesai kerja, Kak Flo mengajakku ke Pelabuhan Sorong.

"Biar tau, kapan lagi ke Sorong," kata Kak Flo.

Pelabuhan Sorong menjadi salah satu pintu gerbang transportasi laut di Propinsi Papua Barat dan Papua yang melayani arus penumpang dan barang yang berasal dari Sorong ke Manokwari, Raja Ampat, Wondama, Serui, Nabire, Fak-Fak, Kaimana, Bintuni, Biak, Jayapura, Maluku, Sulawesi dan Jawa ataupun sebaliknya. (Pelindo)

Angin di pelabuhannya kenceng BANGET! Untung pas nggak masuk angin, jadi bisa main-main sebentar di tepi Laut Seram. Di bibir pantainya banyak sekali batu karang.

Ada ganggang(?) di antara batu karang. 

Batu-batu lain juga ada. Batu-batu yang lain ini besar-besar dan dan ada yang licin. Tentu saja hamba kepleset in slow motion karena kurang hati-hati.

Wujud batu yang besar dan licin itu.

Batu-batu lain di Pelabuhan Sorong (1)

Batu-batu lain di Pelabuhan Sorong (2)

Batu-batu lain di Pelabuhan Sorong (3)

Batu-batu lain di Pelabuhan Sorong (4)

Batu bukan sembarang batu😌

Tetaplah tersenyum meskipun fokus dunia tidak tertuju padamu😊

Tanggal 30 Maret 2023 harus kembali pulang. Di bandara aku berburu magnet kulkas yang khas Papua. Saat transit di Makassar pun aku menyempatkan mencari magnet kulkas yang menunjukkan pernah di Makassar untuk dijadikan rekam jejak pribadi hehe.

Satu lagi yang harus diceritakan dari perjalanan pulang dari Sorong. Di pesawat aku duduk di kursi dekat jendela. Otomatis bisa melihat pemandangan Papua dan sekitarnya dari atas. Lautnya cantik banget! Raja Ampat juga kelihatan dari atas. Saking menikmatinya, aku sampai lupa nggak ambil gambar atau video. Saat mau mendarat di Makassar, pesawat muter-muter dulu seperti saat akan mendarat di Sorong. Ternyata kalau nggak lagi masuk angin, durasi muter-muternya singkat :)

Pelajaran hidup 1: Jikalau mendapat jadwal penerbangan dini hari, lebih baik berangkat ke bandara malam hari H-1 dan tidur di ruang tunggu bandara daripada daripada.

Pelajaran hidup 2: Selalu bawa obat-obatan pribadi saat perjalanan agar supaya.

Sampai jumpa di pelajaran-pelajaran hidup selanjutnya dengan versi yang lebih menyenangkan~

🌷

Read More

Tiba-tiba di Danau Toba

April 19, 2025

Akhir November tahun lalu, aku dan enam kolega lain dapat tugas ke Sumatra Utara selama 2 hari 3 malam. Karena bertepatan dengan hari libur nasional, bos mengusulkan sekalian extend satu hari untuk dihabiskan di Danau Toba. Aseeeeeeek~~~

Kami macul dulu dua hari di Siantar, setelah itu meluncur ke Parapat dan menyeberang ke Pulau Samosir. Sopir yang membawa kami ke Parapat namanya Bang Sewu. Orangnya lawak dan menyenangkan. Logat Bataknya kental banget sampai-sampai kami ikut ngomong bahasa Indonesia pakai logat Batak. Bang Sewu juga ngebut banget nyetirnya. Katanya, nggak ada alon-alon asal kelakon, yang ada cepat tepat. Wkwkwk siap, Bang Sewu!

Kami sampai di Parapat dengan cepat, tepat, dan selamat. Setelah itu kami menunggu ferri yang akan membawa kami ke Pulau Samosir.

Pemandangan Danau Toba dari atas kapal cantik banget! Saat itu cuaca cerah. Langitnya biru dihiasi banyak awan putih. Air danau memantulkan bayangan langit dan bukit-bukit hijau kebiruan yang mengelilingi danau.

Setelah kurang lebih 30 menit berlayar(?), kapal yang kami tumpangi sampai di sisi lain danau. Kami naik tangga menuju ke penginapan. Anak tangganya besar-besar dan butuh tenaga ekstra saat menaikinya sambil bawa koper. Untungnya koperku dibawakan abang-abang penginapan hehehe.

Kami diantar dulu ke kafe penginapan dan diberi welcome drink. Jatah sarapan untuk hari berikutnya juga kami ambil di hari kami tiba. Selain itu, hari kami tiba di Danau Toba juga pas dengan hari ulang tahun Bu Bos. Dapat kue juga deh dari Bu Bos^^

Welcome drink-nya aku pilih jus semangka yang rasanya semangka banget. Segerrr!

Sarapan sehat tapi lupa namanya apa. Di belakangnya ada sisa kue yang dikasih Bu Bos.

Setelah makan dan leha-leha sebentar, kami turun lagi dan diantar ke kamar masing-masing. Aku dan seorang kolega dapat kamar tepat di bawah dapur kafe. Kamarnya nyaman banget dan ada kamar mandi dalam.

Mendadak pengen mendesain kamar kos seperti kamar ini. Tapi tentu hanya angan-angan semata besti~

View Danau Toba dari jendela kamar kolega di penginapan lain.

Setelah mandi dan istirahat sebentar, aku dan dua kolega main air di tepi danau. Airnya jernih-jernih seram karena dasar danau nggak kelihatan. Seorang kolega yang kalau di air selalu terbayang makhluk dalam air yang besar tiba-tiba nyeletuk kalau dia takut ditelan saat masuk ke air wkwkwk. Aku merasa aman sih karena nggak pernah ada cerita tentang Tobbie di Danau Toba seperti Nessie di Loch Ness. Karena merasa aman tapi belum yakin bisa mengambang di air danau, aku meminta kolega tadi untuk megangi kakiku buat jaga-jaga. Bener aja, baru sekian detik aku ngambang, eh udah kelelep aja. Kok ngambang di kolam renang lebih gampang ya?

Setelah kedinginan main di tepi danau, kami naik dan beli popmie di toko seberang kafe penginapan. Habis main air memang paling nikmat nyeruput kuah panas popmie. Lalu kami bertiga turun lagi untuk mencoba banana boot atas usulan Bu Bos.

Kami berempat memakai pelampung dan di-briefing aturan main banana boot. Setelah itu langsung meluncur membelah air danau bersama abang-abang banana boot. Awalnya biasa aja. Saat berada di tengah danau dan gelombang mulai on fire, kami dilempar jatuh dari boot. Dilemparnya sih seru ya, manjat kembali ke boot itu yang nggak semudah manjat chat grup wasaf. Tapi seru banget sih main banana boot. Kami dilempar lima kali dan manjat boot empat kali. Nggak sia-sia energi yang dihasilkan dari sarapan sereal sehat dan makan siang popmie.

Setelah puas main banana boot, kami bertiga kembali ke kamar masing-masing dan mandi. Lalu kami nongki-nongki santuy di teras kafe yang menghadap ke danau. Untuk beberapa detik aku merasa sedang berada di Bali dan baru sadar kalau sedang di Danau Toba saat seorang kolega nyeletuk kalau vibenya mirip di Bali. Betul!

Nongkrong dari sore...

... sampai malam.

Bu Bos mengundang kami untuk makan malam bersama. Dipesankan menu lobster Danau Toba dan ikan gurami deh kalau nggak salah. Aku yang nggak bisa makan lobster dkk langsung ijin ke Bu Bos untuk pesan makanan vegetarian. Saat makanannya datang, semua menyambut dengan "Uuuuuu~" dan "Wowwwww~" karena sudah kelaparan. Lobster Danau Toba ternyata lucu ya ukurannya kecil-kecil, tapi kasian sudah digoreng jadinya nggak aku foto :(

Hujan turun sepanjang malam. Saat hari masih gelap, kami sudah bangun dan turun menuju tepi danau sambil menenteng koper. Di sana kami menunggu perahu yang akan membawa kami kembali ke Parapat. Angin subuh ditambah gerimis yang nerecek(???), membuat udara tambah dingin. Untungnya aku pakai setelan panjang.

Setelah kurang lebih 30 menit, kami tiba di Parapat dan langsung naik mobil yang membawa kami kembali ke Siantar. Sopirnya nggak kalah ngebut dengan Bang Sewu. Sesampainya di Siantar, kami sarapan soto dulu di sebuah rumah makan. Setelah itu lanjut naik bus yang meluncur ke arah Bandara Kualanamu. Di perjalanan, aku melihat ke luar jendela. Lahan-lahan yang luas digenangi air. Deras juga ternyata hujannya.

Sesampainya di bandara, kami check in dan lanjut belanja oleh-oleh. Aku langsung berburu magnet kulkas. Aku mencari magnet Danau Toba tapi nggak ada :( Untung dapat magnet Bandara Kualanamu. Di pesawat aku buru-buru download lagu-lagu DAY6 untuk didengarkan selama penerbangan. Downloadnya bener-bener mepet dengan take off. Bisa-bisanya ide brilian baru muncul di saat-saat genting. Untung masih keburu.

Kunjungan ke Danau Toba ini jadi liburan tersat-set tapi sangat berkesan. Satu hari di Danau Toba bisa mencoba banyak hal. Pulangnya bisa kembali menikmati lagu-lagu DAY6 setelah kurang lebih tiga tahun hiatus dari dunia perdesikan :")

Wonpil my Batak boy, I missed you so much🥺🥺🥺

© DAY6

🌷

Read More

Perkara Batu (Part 38)

March 29, 2025

Wow~ tiga postingan beruntun di tanggal 29 Maret. Dikebut banget ya seperti pengesahan sesuanu yang buru-buru banget di negara antah berantah. Ew.

Wow-nya buat usaha narator menyelesaikan tiga postingan beruntun. Ew-nya buat you know lah ya siapa.

Terima kasih :)

Betul, ini adalah postingan ketiga edisi merayakan ulang tahun Eunseok.

Eunseok merayakan ulang tahunnya bersama RIIZE dan tahun ini dia mendapat kejutan berupa cake Songyongdori dari teman-temannya di RIIZE. Dia memposting fotonya di Weverse tanggal 24 Maret atau lima hari setelah hari ulang tahunnya.

LUCU BANGET BATU KALI JADI KUE🤗🤗🤗🤗🤗🤗🤗

Eh, udah ada yang rompal aja palanya wkwkwkwk.

Ternyata pelakunya Sohee. Kata Eunseok, Sohee nemplokin kepala Yongdol ke muka dia😄😄😄 Cemong dong muka the birthday boy, Hee Sohee :)

Perhatian Lily beralih ke cupcake yang dikelilingi Songyongdori.

Warnanya biruuuuuuuuuuuuuuuu~

Kue yang gue pesen juga accidentally warnanya biruuuuuuuuuuuuuuuu~

Coba deh amati dua foto di atas. Sama-sama ada Songyongdori dan kue yang warnanya biruuuuuuuuuuuuuuuu~

Mana Songyongdorinya juga kayak sama-sama mantengin kuenya lagi🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰

Iyain aja orang bulol.

Kue replika yang gue pesen kan harusnya warna ungu, tapi dieksekusi di Dapur Aukha jadi warna biruuuuuuuuuuuuuuuu~

Universe mendukung kebucinan Lily untuk kesekian kalinya. Dukungan kali ini dari jalur yang awalnya terlihat seperti human error atau kesalahan produksi(?) atau semacamnya.

What a beautiful mistake~^^

Eh bentar, dari jalur warna favorit Eunseok juga, Tor.

Ah~ betul juga. Biru langit adalah warna kesukaan Eunseok.

🌷

Read More