Di Jerman: Hari pertama di Berlin

December 28, 2023


Jerman adalah negeri dongeng yang sudah lama ingin aku kunjungi. Setelah 15 tahun bermimpi pergi ke Jerman, akhirnya di musim panas tahun ini aku diberi kesempatan menjejakkan kaki di tiga kota di Jerman. Kota pertama yang aku tuju adalah Berlin.

Dua minggu sebelum berangkat, aku mendapat kontak keluarga angkat di Berlin melalui email. Keluarga angkatku menghubungi aku via email dan bertanya beberapa hal penting seperti jadwal kedatanganku disana. Keluarga angkatku juga mengirimi aku foto mereka. Akupun mengirimkan fotoku supaya mereka juga tau wujud "anak kos" yang akan menginap selama dua minggu di rumah mereka. Keluarga angkatku adalah pasangan suami istri bernama Walter dan Maria. Walter akan menjemputku saat aku tiba di Berlin.

Fast forward ke hari aku sampai di Bandara Berlin Brandenburg (BER). Walter memberi tau aku via WhatsApp kalau dia memakai kemeja putih dan sudah ada di pintu kedatangan. Sayangnya, aku nggak melihat Walter, padahal dia sudah membawa kertas bertuliskan namaku. Untungnya, Walter mengirimiku foto sebelumnya, jadi aku bisa mengenalinya dengan cepat saat dia lari mencariku. Kami berjalan keluar bandara dan menuju tempat parkir. Disana Walter mencari mobil sewaan dari aplikasi Carsharing. Mobil-mobil yang bisa disewa bisa ditemukan di area parkir bandara. Mobilnya ditandai dengan stiker supaya bisa dikenali kalau itu adalah mobil Carsharing.


Tempat tinggal Walter ada di lantai dua di sebuah Altbau (bangunan tua). Walter membawakan koperku yang beratnya sekitar 17 kg dan kami harus naik empat tangga. Sesampainya di tempat tinggal Walter, aku disambut Maria. Kemudian Walter menunjukkan kamar untukku dan kamar mandi yang bisa aku pakai selama dua minggu. Setelah itu Walter mengajakku keliling rumahnya. Rumah Walter dan Maria bagus dan sangat rapi. Perintilan-perintilan kecil seperti patung angsa dari kayu tertata rapi di tempatnya yang berupa rak dinding dengan banyak ruang kecil. Nggak ada barang yang tercecer sama sekali di rumah mereka. Di dinding koridor ada foto-foto dari keluarga Walter dan Maria. Mulai dari kakek buyut sampai dua anak mereka. Foto-fotonya seperti timeline dan dibagi sesuai garis keluarga Walter dan Maria. Di bagian tengah ada foto Walter dan Maria bersama saat masih muda dan foto dua anak mereka saat masih balita dan saat sudah remaja.

Setelah house tour selesai, Walter mengajakku ke stasiun kereta untuk membeli tiket mingguan yang aku pakai untuk naik kereta menuju institut tempat seminar yang aku ikuti diadakan. Jarak dari tempat tinggal Walter menuju stasiun kurang lebih 15 menit. Kami jalan kaki dan Walter menceritakan sedikit tentang distrik tempat tinggalnya. Saat melewati sebuah toko topi yang tutup karena saat itu hari Minggu, Walter berhenti dan melihat topi yang dipajang di dalam toko lalu bertanya topi mana yang cocok untuk dia. Di sepanjang jalan menuju stasiun, seingatku (hampir) semua toko disana tutup karena hari itu hari Minggu. Hari Minggu di Jerman adalah Ruhetag (hari tidak masuk kerja).

Sesampainya di stasiun, Walter membantuku membeli tiket di mesin tiket berwarna kuning. Setelah itu kami naik satu tangga menuju peron. Disana hanya ada dua jalur kereta. Walter memberi tau aku kereta jalur mana yang harus aku ambil untuk pergi menuju tempat seminar.

Di perjalanan kembali ke tempat tinggalnya, Walter mengajakku untuk ikut makan malam dengan dua orang temannya, Hiobs dan Carola. Awalnya aku menolak karena sungkan hehehe, tapi Walter balik bertanya kenapa nggak ikut aja. Akhirnya aku setuju karena Walter dan Maria sudah baik ke aku dan aku juga ingin mengalami(?) secara langsung bagaimana situasi saat mereka makan malam bersama.

Maria memasak Käsespätzle dan salad sayur. Walter dan aku menata meja makan. Buat aku yang bopung ini, persiapan makan malam mereka sangat wow. Dari Walter (dan Maria juga di hari lain) aku belajar menata piring, pisau, garpu, gelas, dan tisu. Walter memakai ibu jarinya untuk mengukur jarak piring dengan tepi meja.

Jam 5 sore Hiobs dan Carola datang. Mereka membawa kue keju blueberry buatan Carola. Walter dan Hiobs duduk berhadapan di sisi lebar meja. Aku duduk di sebelah Maria di sisi panjang meja. Carola duduk di dekat Hiobs dan berhadapan dengan aku. Seperti Walter dan Maria, Hiobs dan Carola sangat ramah. Mereka membicarakan banyak hal dan juga mengajak aku ngobrol. Setelah selesai makan, kami duduk bersantai di balkon sampai matahari terbenam (sekitar jam 10 malam). Disana Walter dan Hiobs membantuku memilih dan menuliskan rute kereta menuju tempat seminar. Walter, Maria, Hiobs, dan Carola sangat menikmati suasana sore di balkon. Awalnya aku juga menikmati suasananya, tapi lama-lama aku kedinginan. Saat itu sedang musim panas. Kata mereka harusnya suhu sudah lebih hangat, bisa sekitar 32 derajat. Entah kenapa saat itu lebih sering mendung dan suhu tertinggi juga masih sekitar 24 derajat.

Hari pertamaku di Berlin bersama Walter dan Maria berjalan dengan baik. Dalam beberapa jam bersama mereka aku mengenal lebih dekat beberapa hal yang berhubungan dengan Jerman yang selama ini hanya aku pelajari atau aku baca di buku saja.

🌷

Post a Comment