Di Jerman: Hari Minggu di Berlin Bersama Geng Dadakan

December 31, 2023

Hari Minggu aku berjalan-jalan bersama dua temanku dari Indonesia dan seorang kenalan dari Taiwan. Kami mengunjungi Flohmarkt di dekat stasiun Tiergarten. Di Flohmarkt ini dijual barang-barang antik seperti lukisan, barang-barang porselen, dan pernak-pernik untuk rumah. Ada juga yang menjual baju dan tas. Kami berempat cuma window shopping aja sih. Karena melihat mobil es krim, aku dan kenalanku dari Taiwan akhirnya beli es krim.

Setelah dari Flohmarkt kami menuju gerai Burger King di dekat Tiergarten. Ini ideku karena aku pengen banget makan burger entah kenapa hehe. Tiga orang lainnya nggak protes, jadi ya gas aja. Gerainya sangat luas dan nggak banyak orang. Kami kemudian memesan burger lalu duduk di kursi luar. Aku dan kenalanku dari Taiwan pesan jadi satu. Masing-masing dari kami dapat satu burger. Dua temanku dari Indonesia pesan sendiri-sendiri. Mereka masing-masing dapat dua burger. Sambil makan kami membahas banyak hal yang receh-receh sampai ke pembahasan bahasa masing-masing. Kenalan dari Taiwan mengajari kami yang dari Indonesia beberapa frase dalam bahasa Mandarin Taiwan. Kami juga membahas kalau bahasa daerah yang kami gunakan berbeda-beda. Dua temanku dari Sunda. Dengan randomnya kami kemudian membuat monolog dalam bahasa daerah masing-masing. Kenalan dari Taiwan bisa mengenali perbedaan dialek kami. Sambil makan kentang goreng yang masih tersisa, kami lanjut chit-chat tema receh yang lain. Tiba-tiba salah satu temanku dari Indonesia memberikan aku burgernya. Katanya dia sudah kenyang. Aku sih seneng-seneng aja dikasih burger gratisan. Lumayan makan dua burger hehe.

Kami melanjutkan agenda hari itu ke Tiergarten. Tempatnya sangat rindang karena banyak pepohonan. Jalannya setapak berkerikil. Di Tiergarten kami juga sekalian mengerjakan tugas yang diberikan di seminar: mencari objek yang berkaitan dengan budaya yang ditemui di jalan. Aku saat itu mengambil gambar tempat sampah yang fungsinya berbeda berdasarkan warnanya. Kenalan dari Taiwan memotret botol kaca yang ditaruh di atas atau di samping tempat sampah. Botol kaca itu bisa diambil oleh orang yang membutuhkan dan kemudian ditukarkan dengan uang.

Kami berjalan semakin jauh ke dalam Tiergarten. Disana ternyata ada semacam cafe terbuka yang menjual berbagai macam minuman dan makanan. Kami kemudian duduk di salah satu bangku. Salah satu temanku dari Indonesia memesan Apfelsaftschorle. Tiga yang lainnya nggak pesan apa-apa karena buat kami harganya mahal tentu saja dan kami juga masih kenyang.

Setelah itu kami berjalan lagi melewati padang rumput dengan banyak pohon dan semak-semak. Di salah satu sudut taman ada banyak orang sedang berjemur. Semuanya telanjang. Ternyata itu memang sudah biasa. Oke. (Sambil menulis postingan ini aku mencari tau lagi tentang situasi ini. Aku menemukan penjelasannya di artikel Berlin: Trotz Gesetz: Freibrief für Nackte im Park, Nacktbaden im Tiergarten (Berlin), dan Wie sauber? Wie grün? Wie nackt?).

Tujuan kami selanjutnya adalah mengikuti saja kemana kaki melangkah...

...eh tau-tau sampai di kastil Hogwarts, nunggu dipanggil masuk ke The Great Hall hehe.
Bukan ternyata. Ini tangga naik ke...

...Siegesäule~
Lalu kami terus berjalan dan sampai di...

...Brandenburger Tor yang ikonik itu :)
Disana kami foto-foto tentu saja seperti turis-turis yang lain.
Setelah puas foto-foto, kami lanjut ke...

...Berliner Stadtschloss yang warnanya minimalis dan sangat estetik.
Awalnya kami hanya foto-foto di depan kastilnya.
Lalu salah seorang dari kami ngide untuk bikin video.
Jadilah heboh bikin video alay sampai dilihatin beberapa turis lain yang sudah bapak-bapak sampai orangnya ketawa. Ide bikin video alay berlanjut di tempat berikutnya...

...di dekat Berliner Dom, tapi kami memilih latar belakang Fernsehturm yang ada di foto ini.

Setelah puas ngalay, kami makan sore di sebuah kedai ramen Vietnam. Aku pesan ramen vegetarian dan wedang jahe ceritanya. Jahenya diiris tipis-tipis. Kalo kata gue teh mending digeprek aja biar berasa.


Saat makan ramen ini aku melihat kucing yang aku ceritakan di postingan sebelumnya. Kucingnya sedang duduk di jendela yang telah dipasang jaring.


Kami berempat berpisah setelah makan. Aku dan salah satu temanku yang rumahnya searah dengan jalur kereta yang aku ambil, mampir sebentar ke bekas Tembok Berlin.


Saat itu langit yang mendung menjadi lebih gelap dan udara menjadi lebih dingin. Jam sudah menunjukkan pukul 20:30, tapi matahari memang belum tenggelam. Kami berjalan ke stasiun kereta Nordbahnhof di seberang reruntuhan Tembok Berlin. Kami memasuki lorong stasiun. Sepi banget, nggak ada orang sama sekali.


Aku sebenarnya menikmati suasana mendung saat itu. Jadi kesannya gloomy-gloomy khas Eropa wkwkwkwkwk. Temanku (yang hubungannya denganku mendadak menjadi Tom & Jerry sejak awal seminar di Berlin ini) tiba-tiba memintaku melihat ke arah kiri. Di tembok lorong stasiun itu terpasang foto-foto saat terjadi operasi pelarian warga Jerman Timur ke Jerman Barat yang dicetak sangat besar dan warnanya agak suram. Aku lupa detail fotonya bagaimana, yang jelas temanku nyeletuk sesuatu yang berbau horor setelah dia membaca keterangan di foto tersebut yang berakhir dengan kami ketakutan sendiri dan lari menuju jalur kereta. Geblek emang. Padahal itu bukan cerita horor. Kami mengetahuinya setelah kami mengikuti kegiatan jalan-jalan ke Tembok Berlin bersama peserta seminar dan pemimpin seminar kami di hari berikutnya.

🌷

Post a Comment